Ini Alasan untuk Menggunakan Jenis BBM Sesuai Rekomendasi Mobil

Seperti kita ketahui, setiap mobil memiliki rekomendasi penggunaan jenis bahan bakar minyak (BBM) yang diberikan produsen otomotif kepada konsumen. Produsen atau dealer pun biasanya menyatakan rekomendasi itu diberikan agar performa mesin dari mobil maksimal. Ini alasan sebenarnya!

Nah, sebenarnya alasan utama dari rekomendasi tersebut adalah agar tidak terjadi masalah yang sering dikenal dengan istilah “mesin ngelitik” atau gejala knocking dalam waktu panjang.

Lebih jelasnya, mesin mobil ngelitik adalah kondisi ketika pembakaran pada mesin tidak berjalan normal. Padahal, bahan bakar seharusnya terbakar dalam waktu yang telah ditentukan sesuai siklus mesin. Nah, mesin ngelitik terjadi ketika pembakaran tidak sesuai.

Situasi ngelitik merusak mesin. Gelombang ngelitik dinilai bakal merusak lapisan pelindung hingga suhu piston bisa melebihi batas ketahanan. Maka itu yang membuat piston bisa berlubang atau meleleh biasanya karena mesin ngelitik.

Salah satu contoh rekomendasi, saat ini pada mobil murah (low cost green car/LCGC), penggunaan BBM yang disarankan menggunakan mininal oktan atau research octane number (RON 92). Rekomendasi itu bertujuan untuk kesempurnaan proses pembakaran di dalam ruang bakar.

Apalagi, mesin mobil zaman sekarang dinilai memiliki rasio kompresi yang tinggi. Apabila menggunakan BBM dengan RON rendah yang mudah terbakar, maka BBM tersebut akan terbakar sebelum busi memercikan api dan sebelum piston secara sempurna mencapai titik teratas.

Bahayanya, jika penggunaan BBM tidak sesuai, maka akan sangat mudah sekali terjadi gejala ngelitik pada mesin, sehingga performa atau kinerja mesin menjadi kurang maksimal. Karena itu disarankan untuk menggunakan BBM yang ditentukan produsen, agar kondisinya tetap optimal.