Pemerintah Bakal Perluas Penggunaan Aspal Karet untuk Jalan Indonesia

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana memperluas penggunaan aspal karet dalam pembangunan jalan nasional di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan Para Petani Karet Se-Provinsi Sumatra Selatan, di Kabupaten Musi Banyuasin.

“Pak Menteri (PUPR) sekarang ngaspal jalan itu jangan pakai hanya aspal, campur dengan karet. Sudah dicoba di Sumsel, Riau, dan Jambi dan hasilnya bagus,” kata Presiden Jokowi pada Sabtu (9/3).

Harga karet dunia mengalami penurunan dan saat ini sekitar Rp 5.000 per kg. Untuk meningkatkan harga karet petani, pemerintah memperluas penggunaan karet petani diantaranya menjadi bahan campuran aspal atau aspal karet.

Indonesia, Thailand dan Malaysia sebagai negara penghasil karet terbesar dunia juga telah menyepakati untuk memperbesar penggunaan karet di dalam negeri untuk mencegah penurunan harga yang lebih dalam.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bakal mempeluas penggunaan aspal karet dalam penanganan jalan nasional. Pada tahun 2019 ditargetkan 93,66 km jalan nasional akan menggunakan aspal karet sebanyak 2.542 ton, dimana dengan asumsi penggunaan karet 7% terhadap aspal maka jumlah karet yang terserap sebanyak 177,95 ton.

Keunggulan penggunaan karet alam pada campuran beraspal panas untuk perkerasan jalan diantaranya meningkatkan campuran aspal, ketahanan retak, dan ketahanan terhadap deformasi alur.

“Aspal karet memiliki tingkat perkerasan lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda pada saat aspal basah, dan daya tahan lebih tinggi dibanding aspal biasa,” kata Basuki.

(Baca juga: Mengenal Teknologi Ban Run Flat Tire yang Susah Kempis)

Penelitian dan Perencanaan

Lebih lanjut, Kementerian PUPR melalui Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Balitbang telah mengembangkan 3 teknologi aspal karet yakni aspal karet alam cair (lateks), aspal karet alam padat (masterbatch) dan aspal serbuk alam teraktivasi (askat).

Ketiga teknologi tersebut telah diujicoba, yakni lateks di ruas jalan Ciawi-Sukabumi. Kemudian masterbatch di ruas jalan Bogor-Parung. Dan askat di ruas jalan Batas Karawang-Batas Cikampek.

Ditjen Bina Marga juga telah melakukan uji coba aspal karet di Sumatera Selatan pada 2018. Rinciannya , ruas jalan Muara Beliti-Tebing Tinggi-Lahat, Sumatera Selatan sepanjang 4,37 km dari total panjang ruas 183 km dengan anggaran sebesar Rp30,55 miliar.

Kementerian PUPR pada 2019 telah memprogramkan pembelian bahan olahan karet rakyat (Bokar). Diantaranya di Provinsi Palembang direncanakan sebanyak 1.096 ton dari 13.300 petani dengan harga Rp8.500 per kg. Hingga awal Maret 2019 telah terealisasi sebanyak 170 ton dari 1.578 petani dengan kisaran harga antara Rp7.700-Rp11.100 per kg.

Di Provinsi Jambi direncanakan sebanyak 586 ton dari 7.700 petani dengan harga Rp8.500 per kg. Hal itu sudah terealisasi 24,55 ton dari 205 petani seharga Rp9.000-Rp9.500 per kg. Kemudian di Provinsi Lampung ditargetkan sebanyak 835 ton dari 11.000 petani dengan harga Rp8.500 per kg. Adapun realisasinya sebanyak 20 ton dari 139 petani.