Mudah dan Praktis, Begini Cara Klaim Asuransi Mobil Terkena Banjir

Tingkat curah hujan yang tinggi belakangan ini di Indonesia, tentu saja membuat masyarakat khawatir akan banyak hal. Mulai dari aktivitas kerja hingga barang-barang yang dimiliki, kamu mesti lebih waspada dan siap akan kondisi lingkungan sekitar.

Salah satu yang patut dikhawatirkan yakni kendaraan roda empat pribadi. Sudahkah mobil milikmu aman dan ditaruh di tempat yang tepat? Jika tidak, maka waspada akan banjir yang bisa bikin mobilmu terendam. Segera cari tahu cara klaim asuransi mobil terkena banjir, ya!

Setiap mobil biasanya sudah dilengkapi asuransi sejak awal. Jenis-jenis klaim tergantung persyaratan pada asuransi tersebut, mulai dari kecelakaan, pencurian, hingga kondisi-kondisi lain yang merugikan. Kerusakan akibat banjir juga dapat diklaim jika syaratnya memenuhi.

Memahami Cara Klaim Asuransi Mobil Terkena Banjir

Seperti asuransi pada umumnya, klaim bisa dilakukan jika kamu memiliki bukti kerusakan secara komprehensif yang tampak dari mobil tersebut. Asuransi menjamin kita pada banyak hal sesuai penjelasan di atas, yakni kecelakaan, pencurian, bencana alam, dan lain-lain.

Meski begitu, kamu sebagai pemilik mobil harus memastikan kembali apakah asuransi tersebut melindungi kendaraan roda empat dari musibah bencana alam seperti banjir. Hal ini mesti dicari tahu sejak awal, apalagi jika kamu membeli mobil bekas.

Baca Juga: 9 Mobil Bekas Murah di Bawah Rp50 Jutaan yang Bisa Kamu Beli.

Memahami cara klaim asuransi mobil terkena banjir adalah hal yang penting. Pasalnya, dampak kerusakan ini bisa berdampak besar buat dana pribadi kita. Hal terebut meliputi:

– Kerusakan Mesin

Mesin mobil yang terkena banjir biasanya bersuara tidak mulus alias kasar. Hal itu disebabkan oleh air yang merendam beberapa komponen penting bahkan bisa masuk lewat knalpot. Saat dijalankan, mobil juga terasa tidak nyaman bahkan rentan mogok.

– Kerusakan Listrik

Secara logis, sistem kelistrikan bisa berantakan akibat konslet terkena air. Kondisi ini tak luput dari komponen mobil milikmu. Wiper, AC, audio, hingga lampu luar dan dalam adalah aspek kelistrikan yang perlu diwaspadai saat kendaraan terendam banjir.

– Karat, Jamur, dan Korosi

Sering terkena banjir, bisa jadi bodi dan beberapa bagian mobil mengalami karat, jamur, hingga korosi. Tak sedikit pula berbau tak sedap akibat kotoran seperti lumpur dan sampah saat banjir melanda. Jangan diremehkan, kerugian yang satu ini bisa sangat mengganggu.

Berangkat dari deretan kerugian di atas, kini sudah paham ‘kan, kenapa kita perlu memahami cara klaim asuransi mobil terkena banjir? Agar tak salah kaprah, simak di bawah ini.

1. Hubungi Pihak Kantor Asuransi

Segera setelah mengetahui mobil terkena banjir, hubungi pihak kantor asuransi. Beri penjelasan atas apa yang terjadi padamu sekarang. Pastikan kamu sudah menyiapkan nama perusahaan asuransi, nomor polis, hingga nomor telepon atau kontak lain yang bisa dihubungi.

Pihak asuransi bakal menghubungi kamu beberapa hari setelah mengajukan klaim. Jika tidak ada kabar, kamu bisa kontak lagi mengingat tak hanya satu, namun pasti banyak orang yang berusaha menghubungi dan melakukan tindakan serupa seperti dirimu. Segera hubungi, jangan ditunda.

2. Siapkan Bukti dan Dokumen

Sambil menunggu panggilan balik, langkah dan cara klaim asuransi mobil terkena banjir berikutnya adalah menyiapkan seluruh bukti dan dokumen. Pihak asuransi bakal membutuhkan bukti kerusakan pada mobil kamu untuk memperkirakan biaya yang bakal dikeluarkan.

Ambil foto seluruh bagian yang rusak termasuk benda-benda buangan, kerusakan struktural, dan ketinggian genangan air. Segera sigap mengambil momen saat mobil terkena banjir, ya! Tak lupa, buat juga daftar bagian yang rusak dalam bentuk tulisan.

Jika kerusakan terjadi pada mesin, listrik, dan bagian-bagian yang sulit direkam dalam gambar, biarkan perwakilan pihak asuransi datang untuk memeriksa lebih lanjut. Sambil proses berjalan, siapkan dokumen seperti surat-surat asuransi dan mobil tersebut.

Baca Juga: Ini 5 Tips Mengendarai Mobil Saat Hujan.

3. Jangan Menunda Terlalu Lama

Tak sedikit pemilik mobil yang malas memproses klaim asuransi dan menunda-nunda. Satu hal yang mesti kamu tahu, proses pelaporan klaim ini biasanya harus sudah dilakukan maksimal 3 hari atau 72 jam setelah kejadian. Hati-hati, jangan sampai terlambat!

Seluruh aturan dan ketentuan juga kembali lagi pada pihak asuransi. Ada yang memberi tenggat waktu lebih lama, ada juga yang lebih singkat. Belajar dari keterlambatan orang lain, ada baiknya kamu melakukan seluruh proses tanpa perlu menunda-nunda waktu.

4. Ikuti Proses Sampai Selesai

Pihak asuransi bakal datang dan memeriksa kondisi mobil. Jika sesuai dengan bukti foto dan dokumen yang kamu berikan sebelumnya, maka proses klaim bakal berlanjut ke tahap berikutnya. Ingat, siapkan polis asuransi dan cetak ganda bila perlu. 

Setelah semuanya beres, kamu bakal menerima pembayaran klaim jika pihak asuransi telah menyetujui pengajuan. Selesaikan seluruh urusan dengan membawa mobil ke bengkel, periksa kembali jika ada kekurangan dalam klaim yang sudah kamu ajukan.

Baca Juga: Ini 9 Tips Mengendarai Mobil Saat Banjir.

Cara klaim asuransi mobil terkena banjir di atas cukup mudah, selama bukti dan surat-surat milikmu lengkap. Selamat mencoba! Pantau terus BeliMobilGue.co.id untuk mengetahui bursa jual beli mobil terbaru tahun 2020.