Begini Cara Menghitung Pajak Mobil yang Benar

Untuk kamu yang hendak memiliki sebuah kendaraan, pastikan bahwa kamu sudah siap untuk mengeluarkan sejumlah biaya tertentu, mulai dari bahan bakar, biaya perawatan mobil, hingga pajak kendaraan.

Nah, ngomong-ngomong soal cara menghitung pajak mobil, mungkin sebagian besar dari kita masih belum begitu paham dengan mekanismenya, baik itu syarat yang dibutuhkan hingga berapa besaran pajak yang harus dibayarkan. Ingin tahu soal pajak kendaraan bermotor? Berikut penjelasannya.

Syarat Membayar Pajak Kendaraan

Sebelum mengetahui cara menghitung pajak mobil, ada baiknya jika kamu mengetahui syarat-syarat yang diperlukan untuk membayar pajak kendaraan.

Untuk yang baru pertama kali memiliki mobil, perlu diketahui bahwa ada beberapa dokumen yang dilengkapi dan dibawa saat hendak membayar pajak kendaraan, yakni STNK asli dan fotokopi, KTP asli dan fotokopi, serta fotokopi lembar utama BPKB. Selain itu, pastikan jika nama yang tercantum di KTP harus sama dengan nama yang ada ada STNK atau BPKB.

Lalu, bagaimana jika kamu membeli mobil dari pihak kedua dan belum balik nama? Kamu wajib meminjam KTP pemilik sebelumnya untuk perpanjang.

Selain itu, untuk membayar pajak kendaraan lima tahunan, kamu perlu melakukan cek fisik kendaraan. Nantinya, kamu akan mendapatkan plat nomor baru. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa melihat cara balik nama mobil di sini.

Selain syarat tersebut, pastikan bahwa kamu tidak terlambat membayar pajak STNK, terlebih lagi jika mendiamkannya selama dua tahun atau lebih.

Sebab, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009, BPKB mobil akan hangus jika kamu mendiamkan pajak STNK selama dua tahun. Efeknya, kamu sama saja seperti mengemudikan kendaraan bodong alias tanpa surat-surat.

Tidak berhenti sampai di situ saja. Jika hal tersebut terjadi pada kamu, berdasarkan peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012, kamu tidak bisa melakukan registrasi ulang BPKB, lho! Jadi, kamu perlu memperhatikan baik-baik masa jatuh temponya, ya.

Cara Menghitung Pajak Mobil

Apakah kamu baru pertama kali memiliki mobil dan hendak membayarkan pajak? Jika iya, berikut perhitungan yang harus kamu tahu dan lakukan.

BBN KB + PKB + SWDKLLJ + Biaya Adm. TNKB + Bea Adm. STNK

Keterangan:

BBN KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) = 10% harga jual mobil.

PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) = 2% x nilai jual mobil.

SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) = Rp143.000.

Biaya Adm. TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) = Rp100.000.

Bea Adm. STNK (Pengesahan dan Penerbitan STNK Mobil) = Rp50.000 + Rp200.000.

Perlu kamu ketahui bahwa skema pembayaran tersebut hanya berlaku jika kamu baru akan membayar pajak mobil untuk pertama kalinya. Jangan heran jika kamu merasa terbebani dengan besaran biaya yang harus dibayarkan, sebab ada biaya balik nama, pembuatan TNKB, dan biaya penerbitan STNK. Namun setelah itu, tiga poin tersebut tidak perlu kamu bayarkan lagi pada pembayaran pajak mobil selanjutnya.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dengan pajak progresif? Perlu kamu ketahui bahwa semakin banyak kamu memiliki kendaraan, maka semakin tinggi juga biaya yang harus kamu bayarkan.

Untuk DKI Jakarta, misalnya. Mengacu pada Peraturan Daerah Tahun 2015, tarif pajak yang dikenakan bagi pemilik kendaraan adalah peningkatan sebanyak 0,5% tiap kendaraannya.

Sebagai contoh, kamu memiliki tiga buah mobil di rumah. Untuk mobil pertama akan kamu akan membayar pajak 2%. Sedangkan untuk mobil kedua kamu wajib mengeluarkan uang sekitar 2,5% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dan seterusnya, sampai kendaraan ke-17 dengan pajak progresif sebesar 10%. Jika kamu memiliki 18 mobil, biaya progresif yang harus dibayarkan maksimal 10%.

Nah, untuk menghitungnya menggunakan skema NJKB x koefisien x tarif pajak. Koefisien untuk kendaraan roda 4 pribadi dan sepeda motor dihitung 1.

Contohnya, jika NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) punya kamu sebesar Rp10 juta, maka skema perhitungannya adalah Rp10 juta x 1 x 2% = Rp200 ribu. Nah, Rp200 ribu tersebut adalah PKB yang harus kamu bayarkan. Namun, untuk membayar PKB kendaraan kedua dan seterusnya, kamu hanya tinggal mengubah besaran pajak progresifnya.

Itulah tadi cara menghitung pajak mobil yang perlu kamu tahu. Ingin mencari produk lainnya, atau berminat jual kendaraan pribadi? Pastikan kamu mengakses BeliMobilGue.co.id dari sekarang!