Inilah 7 Kelemahan Mobil Bekas yang Terkena Banjir

Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia membuat banyak mobil terendam. Bila tak bisa diperbaiki, pemilik pun pasti akan menego kendaraan tersebut dengan harga murah. Mau beli? Sebaiknya dipikirkan kembali mengenai kelemahan mobil bekas banjir.

Bukannya apa-apa. Biarpun sudah dilakukan perbaikan, mobil bekas banjir kerap menyimpan sejuta masalah tersembunyi di masa depan.

Maka dari itu, akan lebih baik jika mengetahui berbagai kelemahan mobil bekas banjir. Dengan begitu, ketika akan membeli, kamu pun punya bayangan harga yang sepadan dengan kerusakan.

Kelemahan Mobil Bekas Terkena Banjir

Banjir yang merendam mobil akan menyebabkan sejumlah kerusakan dan anomali. Sistem kelistrikan hingga gangguan pada mesin mobil bisa dipastikan terjadi. Lebih lanjut lagi, inilah beberapa kelamahan mobil bekas banjir yang perlu diketahui dan diwasapdai.

1. Terdapat Karatan di Beberapa Bagian Mobil

Kelemahan Mobil Bekas Banjir - 1
Terdapat Karatan di Beberapa Bagian Mobil (Foto: Shutterstock)

Rangka hingga beberapa bagian terkecil mobil terbuat dari besi dan baja. Secara natural, bila terendam air cukup lama dan tak cepat dibersihkan, karat akan menyelimuti permukaannya.

Inilah salah satu hal yang bakal jadi kelemahan mobil bekas banjir. Karat ini bukan hanya muncul pada bagian eksterior atau area yang tampak, namun juga di sela-sela yang sulit dijamah.

Munculnya karat pada area-area berbagai bisa dijadikan salah satu indikasi mobil bekas banjir. Maka itu, sangat disarankan untuk memeriksa area ruang mesin, kabin, hingga kolong saat akan membeli mobil bekas.

Baca Juga: Kenali 5 Ciri Mobil Bekas yang Telah Terkena Banjir.

2. Timbul Noda Putih Bekas Air dan Lumpur

Kelemahan Mobil Bekas Banjir - 2
Timbul Noda Putih Bekas Air dan Lumpur (Foto: Shutterstock)

Tak hanya karat, air yang merendam mobil pun akan menimbulkan noda bercak pada bodi. Noda ini bisa dipastikan susah hilang, kecuali dilakukan pemolesan menyeluruh atau pengecatan ulang.

Noda bekas lumpur dan air pun biasanya akan muncul pada bagian mobil yang terbuat dari karet. Misalnya pada karet pintu, jendela, dan pada karet yang berada di sela-sela ruang mesin.

Bukan hanya pada permukaan, noda bekas air tersebut pun bersembunyi di bagian bawahnya. Maka itu, pastikan untuk membuka karet saat melakukan pengecekan mobil bekas.

3. Terdapat Sisa Embun yang Sulit Hilang

Kelemahan Mobil Bekas Banjir - 3
Terdapat Sisa Embun yang Sulit Hilang (Foto: Shutterstock)

Hal lain yang menjadi kelemahan mobil bekas banjir ialah timbul embun yang sulit hilang. Biasanya, embun ini tersimpan dalam cerukan lampu mobil. Akibatnya, lampu pun jadi buram dan cahayanya tak terpancar maksimal.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Mobil yang Terkena Banjir.

4. Mobil Berbau Apek dan Susah Hilang

Kelemahan Mobil Bekas Banjir - 4
Mobil Berbau Apek dan Susah Hilang (Foto: Shutterstock)

Saat ditawari mobil yang harganya super miring, pembeli wajib skeptis sebelum memutuskan pembelian. Sebab, harga mobil yang tak sesuai pasaran kerap jadi indikasi bahwa kendaraan tersebut merupakan bekas banjir.

Ciri dan kelemahan lain dari mobil bekas banjir yang bisa langsung dikenali saat pemeriksaan ialah aromanya yang tak sedap. Akan timbul bau apek yang sulit hilang walaupun sudah dilakukan pencucian.

Bau apek ini umumnya timbul dari fitur-fitur mobil yang memiliki daya serap air tinggi. Misalnya saja, jok, karpet, serta penutup atap bagian dalam.

Akibat terendam banjir cukup lama dan proses pembersihan yang tertunda, bau apek pun jadi susah hilang. Diperlukan proses pencucian dan pengeringan berulang untuk menghilangkan bau ini secara tuntas.

5. Masih Terdapat Endapan Lumpur yang Mengering

Kelemahan Mobil Bekas Banjir - 5
Masih Terdapat Endapan Lumpur yang Mengering (Foto: Shutterstock)

Mustahil rasanya dapat membersihkan mobil bekas banjir dengan cepat dan tuntas. Biaya yang dibutuhkan pun tentunya akan sangat tinggi sehingga orang rela jual rugi untuk kendaraannya tersebut.

Setelah dijual ke showroom atau makelar, proses pembersihan pun kadang tidak begitu diperhatikan. Maka dari itu, endapan lumpur kerap masih bisa ditemukan pada bagian-bagian mobil.

Beberapa area mobil yang kerap jadi tempat bersembunyinya endapan lumpur adalah sudut panel dan kabel di belakang dashboard, penutup speaker, sela-sela sebalah jok, rel jok, hingga lubang kisi-kisi AC. Sementara itu, endapan lumpur pun tak luput terjadi. Misalnya saja pada kisi-kisi radiator mobil.

Baca Juga: Tangani Sebelum Terlambat! Ini 5 Dampak Mobil Terkena Banjir.

6. Terdapat Kerusakan dan Anomali pada Sistem Elektronik Mobil

Kelemahan Mobil Bekas Banjir - 6
Terdapat Kerusakan dan Anomali pada Sistem Elektronik Mobil (Foto: Shutterstock)

Bukan hanya disuplai tenaga oleh bensin, tak bisa dipungkiri bahwa mobil dirangkai dari beragam sistem kelistrikan. Saat terkena air dalam jumlah berlebih seperti banjir, alhasil akan ada kerusakan yang terjadi. Inilah salah satu momok dan kelemahan mobil bekas banjir.

Kerusakan dan anomali tersebut khususnya akan terjadi pada komponen mobil yang butuh tenaga listrik. Misalnya saja seperti audio dan video, lampu, wiper, AC, hingga starter mobil.

Tentunya, semakin banyak kerusakan yang terjadi akan semakin menguras biaya perbaikan. Tak heran jika mobil bekas banjir punya harga murah yang ekstrem akibat hal ini.

7. Disfungsi pada Mesin Mobil

Kelemahan Mobil Bekas Banjir - 7
Disfungsi pada Mesin Mobil (Foto: Shutterstock)

Kelemahan mobil bekas banjir yang terakhir ialah terdapat disfungsi pada mesin mobil. Salah satu di antaranya disebabkan oleh oli yang tercampur dengan air banjir.

Oli mobil yang terendam banjir akan berubah keputihan. Diperlukan pengurasan oli hingga habis agar bisa kembali seperti sedia kala.

Semoga ulasan dari BeliMobilGue.co.id di atas dapat menjadi masukan yang bermanfaat, ya. Agar terhindar dari hal-hal demikian, pastikan untuk melakukan inspeksi kendaraan menyeluruh.